Beberapa Kesalahan Ketika Ziarah Ke Masjid Nabawi

  • 0

Beberapa Kesalahan Ketika Ziarah Ke Masjid Nabawi

1. Mengusap-usap dinding dan tiang-tiang besi ketika menziarahi makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengikatkan benang-benang atau semacamnya pada jendela-jendela untuk mendapatkan berkah. Sedangkan keberkahan hanyalah terdapat dalam hal-hal yang disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan dalam bid’ah.
2. Pergi ke gua-gua di Gunung Uhud, begitu juga ke Gua Hira dan Gua Tsur di Mekkah, dan mengikatkan potongan-potongan kain di tempat-tempat itu, di samping membaca berbagai doa yang tak diperkenankan oleh Allah ta’ala, serta bersusah payah untuk melakukan hal-hal tersebut. Kesemuanya itu adalah bid’ah, tak ada dasarnya sama sekali dalam syariat Islam yang suci ini.
3. Menziarahi beberapa tempat yang dianggapnya sebagai bekas peninggalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti tempat mendekamnya unta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sumur khatam maupun sumur Utsman dan mengambil pasir dari tempat-tempat ini dengan mengharapkan berkah.
4. Memohon kepada orang-orang yang telah mati ketika berziarah ke pemakaman Baqi dan Syuhada Uhud, serta melemparkan uang ke pemakaman itu untuk mendekatkan diri dan mengharapkan berkah dari penghuninya. Ini adalah termasuk kesalahan besar bahkan termasuk perbuatan syirik yang terbesar menurut pendapat para ulama, berdasarkan kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya ibadah itu hanyalah ditujukan kepada Allah semata, tidak boleh sama sekali mengalihkan tujuan ibadah selain kepada Allah, seperti dalam berdoa, menyembelih kurban, bernazar dan jenis ibadah lainnya, karena firman Allah ta’ala:
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama “ ( Al Bayyinah: 5)
Firman-Nya:
“ Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah. Maka janganlah kamu meyembah seseorangpun di samping menyembah Allah“ ( Al Jin: 18 )
Kita memohon kepada Allah, semoga Dia memperbaiki keadaan ummat Islam dan memberi pemahaman dalam agama serta melindungi kita dan seluruh umat Islam dari fitnah-fitnah yang menyesatkan. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan doa hamba-Nya.

Semoga Umroh dan Haji anda Mabrur


Leave a Reply

Pencarian

Artikel Terbaru

Umroh Sejarah 2016 – 2017

Umroh 
Sejarah 2016 2017

Umroh Arbain 16 Hari

Umroh Arbain

Umroh Dauroh Quran 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Jadwal Umroh 2016-2017

Umroh 
Semarang 2016-2017