Category Archives: Tips

  • 0

Doa Umroh Lengkap

Tags :

Untuk Download silahkan klik tulisan ini Doa umroh


  • 0

Mencari Menu Masakan Indonesia “Kampong Jawa” di Arab Saudi

JIKA Anda pergi haji atau umroh jangan takut tidak menemukan makanan Indonesia di Jeddah, Makkah maupun di Madinah. Saat ini restoran Indonesia maupun perusahaan catering yang menyajikan cita rasa Indonesia sudah menjamur di berbagai kota yang dilewati para jamaah haji atau umroh.

Saat Anda menginjakkan kaki pertama kali di bandara misalnya, Anda pasti merasakan hidangan nasi kotak dengan menu ayam bakar atau empal daging yang rasanya tidak kalah dengan restoran di Indonesia karena memang juru masaknya dari Indonesia. Para operator haji atau umroh biasanya telah memesan nasi kotak sebagai ‘welcoming greeting’ kepada jamaahnya dari berbagai restoran Indonesia seperti “Betawi Restoran”, “Mr. Sate”, “Sattis” dll.

Saat berada di Makkah pun berbagai perusahaan catering yang menyajikan masakan Indonesia sangat bersaing, mereka menawarkan open buffet ke berbagai hotel dari mulai kelas melati sampai kelas bintang 5.

Sebut saja “Asia Catering”, “Betawi Catering”, “Binjawi”, “Damanhuri”, “Asia Tenggara”, “Dapur Kita”, “Cita Rasa” dll.

Menu yang ditawarkan sangat vareatif sesuai dengan paket yang dipilih. Berbicara rasa, jangan khawatir. Pasti sangat pas bagi lidah orang Indonesia. Bahkan banyak warga asing termasuk warga Arab Saudi menyukai masakan Indonesia. Hal ini terbukti dengan ramainya restoran Indonesia dengan para pengunjung warga arab Saudi.

Oceng Shihabuddin, seorang supervisor restoran Betawi mengaku, rata-rata warga Arab Saudi yang berkunjung ke restorannya memesan nasi campur dan gado-gado.

“Selain cara penyajiannya yang cepat, mereka suka dengan makanan yang padat dan banyak,” ujarnya.

Maka tidak aneh jika semua restoran Indonesia di Jeddah, Makkah dan Madinah menyediakan menu nasi campur.

Di Madinah, bahkan ada beberapa restoran kelas menengah ke bawah dekat dengan Masjid Ghumamah, sebelah Utara Baqi. Di sini, sedikitnya ada 4 restoran Indonesia. Selain restoran musiman yang biasanya menjamur pada musim haji dan umroh.

Hal yang sama juga kita dapatkan di Jeddah. Di Balad misalnya sebagai tempat favorit yang biasanya dikunjungi oleh para jamaah haji dan umroh saat ini sudah ada 3 restoran Indonesia. Ada “Warung Bakso Mang Oedin”, “Rosella” dan “Restoran Garuda”. Para jamaah dapat menikmati masakan Indonesia usai berbelanja di kawasan Balad (semacam Blok-M nya Jeddah). Harga yang ditawarkan relative terjangkau dengan kocek orang Indonesia.

Bahkan jika Anda ingin sedikit ke luar Balad, di Distrik Syarafiah misalnya, tepatnya di mana paling diminati oleh para Mukimin Indonesia, dalam radius sekitar 1 KM Anda dapat menemukan sedikitnya 8 restoran Indonesia dari mulai kelas warteg hingga kelas atas.

Di tempat yang sering disebut “Kampong Jawa” Anda dapat menemukan berbagai menu masakan dan minuman khas Indonesia dari mulai semur jengkol, gado-gado, kredok, pecel lele hingga es cendol.

Di daerah ini ada restoran Betawi yang biasanya digunakan oleh para jamaah haji atau umroh untuk transit sebelum check in di hotel atau sebelum ke bandara mengingat harganya jauh lebih murah ketimbang harga makanan di hotel.

Di restoran berluas 400 m yang dapat menampung sekitar 150 jamaah ini, biasanya para pengurus sekaligus mengadakan perpisahan dengan para jamaahnya setelah program umroh berakhir. Bukan saja jamaah haji Indonesia tapi juga jamaah dari Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam sering didapati mengunjungi restoran ini.

Menjamurnya restoran Indonesia di Jeddah tidak lepas dari hukum ekonomi demand and supply, maklum selain jumlah WNI yang banyak di Jeddah hal ini juga didukung oleh banyaknya warga Arab Saudi yang melancong ke Indonesia.

Mereka yang sudah merasakan taste masakan Indonesia selama di Indonesia. Nah, sekembalinya ke Arab Saudi, rupanya mereka berusaha mencari cita rasa yang sama. Kesempatan ini digunakan oleh pelaku bisnis restoran untuk mendirikan restoran Indonesia.

Tentunya masih banyak restoran Indonesia lain di Jeddah dan sekitarnya yang belum disebutkan di sini, untuk itu jangan kawatir tidak menemukan taste Indonesia selama anda melaksanakan haji atau umroh.

Tapi hati-hati, ada juga restoran yang berlabel Indonesia tapi cita rasanya jauh dari cita rasa Indonesia, maklum karena juru masaknya biasanya diambil dari warga Bangladesh.


  • 0

Tips Umroh untuk para penderita diabetes

umroh semarang

Buat yang punya orang tua, om, tante atau kerabat lainnya yang mau menunaikan umroh kebetulan memiliki diabetes, ada baiknya kalo ikut memperhatikan mereka dengan cara memberitahu mengenai tips umroh untuk para diabetesi di bawah ini.

  1. Sarankan mereka buat cek kesehatan mereka, terutama mengenai diabetesnya, ke dokter terlebih dulu sebelum berangkat ke tanah suci.
  2. Ingatkan mereka untuk selalu membawa obat yang biasa diminum untuk mencegah timbulnya atau meringankan keluhan terkait penyakit diabetes saat berangkat ke tanah suci.
  3. Ingatkan mereka untuk tetap menjaga kesehatan dengan diet dan istirahat yang cukup walau sedang beribadah di tanah suci.
  4. Sarankan mereka agar jangan ragu memberitahu petugas kesehatan mengenai status kesehatan mereka yang memiliki diabetes dan segera berkomunikasi dengan para petugas tersebut bila terjadi sesuatu.

Semoga dengan mengingatkan mereka mengenai tips simple ini bisa mencegah hal-hal yang gak diinginkan terjadi pada orang-orang yang kita cintai dan mereka bisa lebih khusu’ dalam menunaikan ibadahnya karena terbebas dari gangguan kesehatan, sehingga menjadi umroh yang mabrur, amiiin…


  • 0

Tips Tawaf, Jangan Lepas dari Mahram

Sumber Republika

“Bismillahi Allahu Akbar, Bismillahi Allahu Akbar, Bismillahi Allahu Akbar.” Katakata ini terus diucapkan jamaah umrah ketika memulai tawaf sambil melihat ke arah pintu Ka’bah dan mengangkat tangan serta melemparkan cium melalui tangan ke arah pintu ka’bah. Tawaf adalah suatu ritual mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali sebagai bagian pelaksanaan ibadah haji atau umrah. Memang terlihat sangat sederhana namun saat dilakukan bersama ribuan orang menjadi hal yang cukup menantang. Terlebih ketika musim haji tiba, keadaan akan semakin padat.

thawaf3-300x200

Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Cholil Nafis PhD menjelaskan pada saat tawaf salah satu syaratnya haruslah dalam keadaan suci atau dalam keadaan berwudhu. Namun, karena padatnya lokasi tawaf, jamaah pasti akan sering tersenggol dengan umat Muslim lainnya yang bukan mahramnya. Menurut madzhab Imam Syafii, hal tersebut akan membatalkan wudhu. Sebaiknya pindah ke madzhab Imam Maliki, sebab, menurutnya, tidak akan batal wudhu jika bersentuhan dengan bukan mahram selama tidak syahwat. “Selama di Tanah Suci kita ikuti mahzab yang jika bersentuhan tidak batal wudhu,” katanya. Ia menambahkan, dalam keadaan padat seperti itu akan sangat mungkin terlepas dari rombongan. Untuk itu, ia menyarankan agar jangan sampai lepas mitra. Harus selalu dekat dengan mahramnya, boleh suami, istri ataupun ibu. “Bergandengan tangan saja, atau dipeluk,” katanya.

Selain itu, wanita, baik istri ataupun ibu harus ditempatkan di depan. Jangan dibiarkan di belakang sang suami. Wanita itu lebih lemah fisiknya, karena itu harus dijaga oleh mahramnya. Sebelum memulai tawaf, lanjutnya, sebaiknya tentukan meeting pointsebagai bentuk antisipasi jika terlepas dari rombongan. Tandai akan ketemu di arah mana. Misalnya di pintu Alfatah atau tempat lain arah ke Safa Marwah sebelum melakukan sa’i. Mengenai doa, saat tawaf tidak ada doa-doa yang diwajibkan. Semua doa sunnah. Terlebih ketika keadaan padat akan sulit membaca doa dari buku karena akan tersenggol. “Karena itu, bacalah doa yang dihafal saja, boleh dzikir, shalawat, istighfar atau yang lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan jamaah juga sering lupa akan hitungan putaran. Untuk menghindari agar tidak lupa, jamaah sebaiknya menghitung dengan kepalan tangan atau dengan tasbih yang hanya terdiri dari tujuh buah. Menurutnya, posisi terbaik tawaf adalah selalu menghadap Ka’bah. Allah akan memberikan pahala yang besar dan Allah akan menurunkan 80 rahmat. “Pada saat tidak tawaf pun bagus sering-sering lihat Ka’bah,” katanya. Tak hanya itu, saat tawaf tidak boleh melewati Hijr Ismail, sebab tawaf itu sama saja dengan putaran awal tujuh langit. “Putarnya ke kiri, kalau putar ke kanan sulit,” katanya. Waktu paling padat saat hari biasa un tuk melakukan tawaf adalah saat shalat Ashar hingga menjelang salat Maghrib dan Isya. Penyebabnya, banyak orang ingin shalat berjamaah di area Ka’bah sehingga area tawaf menjadi semakin sempit dan jamaah wanita akan diminta pergi ke area shalat perempuan.


  • 0

Pencarian

Artikel Terbaru

Umroh Sejarah 2016 2017

Umroh 
Sejarah 2016 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Jadwal Umroh 2016-2017

Umroh 
Semarang 2015-2016