Kewajiban Ihram

  • 0

Kewajiban Ihram

1. Kewajiban selama Ihram

a. Menjalankan semua perintah Allah, seperti shalat wajib pada waktunya

b. Menjauhi segala larangan Allah, seperti melanggar larangan-Nya, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor.

c. Menjaga diri dari perbuatan menyakiti orang lain, baik dengan perbuatan ataupun dengan perkataan.

d. Menjauhi segala larangan selama ihram, yaitu:

Jangan memotong kuku atau rambut, tetapi tidak ada hukumnya kalau rambut rontok sendiri. Jangan memakai wangi-wangian, kecuali wangi-wangian sebelum mengenakan ihram. Jangan membunuh, menakut-nakuti atau membantu dalam berburu binatang. Dalam kawasan al-Haram, tidak seorangpun diperbolehkan untuk memotong pohon,  mencabut tanaman, atau mengumpulkan barang yang bukan miliknya kecuali untuk mengenali dan dikembalikan kepemiliknya. Jangan melamar atau melakukan pernikahan baik untuk dirinya sendiri atau mewakili orang lain. Hubungan badani juga dilarang.

Kewajiban ini untuk laki-laki dan perempuan.

2. Hal-hal yang harus diperhatikan

a. Untuk laki-laki, dilarang menutupi kepalanya, tetapi menggunakan payung diperbolehkan.

b. Untuk laki-laki, dilarang menggunakan pakaian yang berjahit dan dilarang memakai sepatu yang menutup tumit.

c. Untuk wanita, dilarang memakai sarung tangan dan niqab (penutup muka)

d. Diperbolehkan untuk memakai sandal, cincin, kaca mata, alat bantu pendengaran, jam tangan, dan ikat pinggang yang digunakan untuk menyimpan uang dan dokumen perjalanan.

e. Diijinkan untuk mandi dan mengganti pakaian dan mencucinya.

3. Hukum bagi yang melanggar Ihram

Hukuman terhadap pelanggaran larangan ihram adalah memotong seekor domba atau memberi makan 6 orang miskin atau puasa selama 3 hari. Pelanggaran ini tidak membatalkan haji atau umrah.

Hubungan badani membatalkan Haji dan Umrah. Hukuman pelanggaran melakukan hubungan badani selama ihram adalah menyembelih seekor unta dan melaksanakan haji ditahun berikutnya.

 Talbiyah

“Labbaik Allahumma labbaik, labbaik la syarika laka labbaik, innal hamda wanni ‘mata wal mulk, la syarika lak”

Artinya:

“Aku datang Ya Allah memenuhi panggilan-Mu, aku datang Ya Allah, Aku datang. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang. Sesungguhnya segala puji dan kesenangan hanyalah untuk-Mu dan kekuasaan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu”.


Leave a Reply

Pencarian

Artikel Terbaru

Umroh Sejarah 2016 – 2017

Umroh 
Sejarah 2016 2017

Umroh Arbain 16 Hari

Umroh Arbain

Umroh Dauroh Quran 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Jadwal Umroh 2016-2017

Umroh 
Semarang 2016-2017