Umroh Reguler 2014 – 2015

  • 26

Umroh Reguler 2014 – 2015

Slide Biro Umroh Semarang 2

Merupakan Program Umroh Reguler yang diselenggarakan oleh Saibah, Biro Umroh semarang untuk melayani Para Jamaah Umroh. Insya Allah ada keberangkatan tiap Minggu setiap bulan.

Apa yang anda dapatkan ?

  1. Tiket Pesawat Garuda pulang pergi (Semarang – Jakarta – Jeddah ) Kelas Ekonomi
  2. Pengurusan Visa Umroh
  3. Bimbingan/Manasik Umroh 3x
  4. Transportasi dengan bis Full AC
  5. Akomodasi sesuai paket termasuk Hotel (Hotel dekat dengan Masjidil Haram, sekelas Tower Jiwar atau Royal Dar Aiman di Makkah dan Mubarok atau Dyar International di Madinah) yang telah ditentukan dan makan 3 X sehari dengan Menu Indonesia
  6. Muthowiff/Guide berpengalaman
  7. Air Zam-zam 5 liter
  8. Ziarah kota Mekah ke museum (dg catatan ijin dari muasasah sudah disetujui)
  9. Perlengkapan Ibadah Umroh atau Haji
  • Travelling bag/ Tas Bepergian
  • Ihram (Pria)/ Mukena (Wanita)
  • Tas Tenteng
  • Tas Dokumen
  • Tas Sandal
  • Bargo bagi Wanita
  • Buku Doa
  • Bahan Seragam Saibah
Biaya belum termasuk :
  1. Pengurusan Paspor
  2. Airport tax dan handling sebesar Rp. 950.000
  3. Suntik Meningitis Rp. 305.000
  4. Biaya pengeluaran Pribadi (Telepon, laundry, kelebihan bagasi, tip dan lainnya)
  5. Biaya kursi roda ketika tawwaf dan sa’i bagi yang tidak mampu
  6. Pengurusan surat mahrom Rp. 350.000 bagi wanita yang berumur kurang dari 45 tahun yang tidak didampingi muhrimnya.
Pembatalan 
  1. 7 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 75%
  2. 15 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 50%
  3. 30 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 25%

Jadwal Perjalanan (Jadwal Bisa berubah Tergantung kondisi)

Hari 01
SEMARANG – JAKARTA – JEDDAH – MADINAH :
Berangkat dari semarang menuju Bandara Soekarno-Hatta (SH). Dari bandara SH menuju Jeddah. Tiba di Jeddah berangkat menuju Madinah dengan bus AC.

Hari 02
MADINAH : Ziarah Makam Rasulullah dan pemakaman baqi (Makam Sahabat dan Keluarga Rasulullah).

Hari 03
MADINAH : Ziarah Masjid Quba (Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah), Jabal Uhud (Lokasi Perang Uhud), Masjid Qiblatin (Masjid dengan 2 Kiblat), dan Kebun Qurma.

Hari 04
MADINAH – MEKKAH : Acara bebas. Bersuci diri dan ber-ihram, menuju Mekkah – Thawaf dan Sa’i.

Hari 05
MEKKAH : Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Hari 06
MEKKAH : Ziarah Jabal Tsur (tempat persembunyian Rasulullah), Arafah (tempat Wuquf Haji), Jabal Rahmah (tempat pertemuan Nabi Adam AS dan Hawa), Muzdalifa,Mina (tempat lontar jumroh), Jabal Nur (ada goa Hira’ tempat turunnya wahyu pertama bagi Rasulullah), Masjid Ji’ronah (Batas Miqot Umroh Sunnah), Masjid Kucing (Masjid Abu Hurairah), Masjid Jin, Pemakaman Ma’la (ada makam Sayyidina Siti Khadijah).

Hari 07
MEKKAH : Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Hari 08
MEKKAH – JEDDAH : Setelah Thawaf Wada’ menuju Jeddah, wisata kota Jeddah, Laut Merah, (Laut yang terbelah pada zaman Nabi Musa), dan belanja di Cornie Commercial Centre (BALAD), meninggalkan Jeddah menuju Jakarta.

Hari 09

JAKARTA – SEMARANG : Insya Allah tiba di Jakarta kemudian kembali ke Semarang.


  • 0

Jihad Terindah

Pada suatu hari ketika melihat kaum muslim bersiap utk berperang, Aisyah bertanya pada Rasulullah : “Ya, Rasulullaah adakah jihad bagi wanita?” Rasul menjawab : “Ya, ada. Yaitu jihad yg tanpa berperang, yaitu umroh dan haji!”. Inilah jihad yg terindah bagi kaum hawa. Maka, mulialah para suami yg berkenan mengajak ibu, istri2 dan anak2 perempuan mereka berumroh atau berhaji. Inilah kado terindah bagi para wanita. Subhanallah!

¤Hakekat Umroh bersama Saibah¤

Oleh Edy Darmoyo


  • 0

Indonesia Rintis Pembangunan Hotel di Makkah untuk Jamaah Haji dan Umroh

Indonesia merintis pembangunan hotel jamaah haji dan umroh di Arab Saudi. Dua investor swasta nasional akan terlibat dalam pembangunan  hotel di dekat Misfalah, tidak jauh dari Masjidil Haram.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu mengatakan, dua investor tersebut sudah menghubungi Islamic Development Bank (IDB) untuk bekerjasama.

“Mereka menyatakan minatnya, dan saya dukung seratus persen, karena ini bisa meringankan jamaah haji,” kata Anggito, seusai pertemuan dengan para petinggi IDB di markas IDB di Jeddah, Kamis (24/10/2013).

Anggito menjelaskan, lokasi hotel tersebut direncanakan di Misfalah, tidak jauh dari Masjidil Haram. Investor tersebut, sebut Anggito, punya kerjasama berupa tanah yang dikontrak selama 30 tahun.

Meski proyek ini diserahkan ke swasta, tapi Anggito sempat menyatakan keinginannya supaya Kemenag bisa ikut dalam proyek ini. “Kalau UU mengizinkan Kemenag bisa berinvestasi, kita akan ikut juga. Paling nggak, kita ikut belanja atau terlibat pengadaan barang, sehingga harganya bisa lebih murah,” sebut Anggito, dalam laman Kemenag.

Ketika ditanya jumlah unit dan investornya, Anggito mengaku tidak tahu. Namun, seorang sumber mengatakan, dua investor tersebut adalah investor nasional yang bekerjasama dengan bank Exim. “Nilai investasinya sekitar 600 juta Dolar AS,” kata sumber itu.

Selama ini, pemondokan hotel menjadi masalah bagi jamaah Indonesia. Ada jamaah yang mendapat hotel sekelas hotel berbintang, ada pula yang fasilitasnya sangat minim.

Penentuan pemondokan di Tanah Suci dilakukan melalui qur’ah atau diundi di kantor Kemenag. Undian tersebut dihadiri Kanwil Kemenag seluruh Indonesia.

Selama ini, pemerintah Arab Saudi tidak mengizinkan Indonesia ikut membangun pemondokan atau hotel di Tanah Suci. Biaya pemondokan di Arab Saudi menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar jamaah haji Indonesia.*


  • 0

Puasa Daud, Puasa Paling Istimewa

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi-Nya. Dalam postingan-postingan sebelumnya, kami telah menyinggung mengenai beberapa puasa sunnah, juga membahas keutamaannya. Pada kesempatan kali ini, kami akan menyajikan materi puasa lainnya yaitu mengenai puasa Daud. Puasa Daud adalah melakukan puasa sehari, dan keesokan harinya tidak berpuasa. Semoga bermanfaat.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam  malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari.”[1]

Faedah hadits:

1. Hadits ini menerangkan keutamaan puasa Daud yaitu berpuasa sehari dan berbuka (tidak berpuasa) keesokan harinya. Inilah puasa yang paling dicintai di sisi Allah dan tidak ada lagi puasa yang lebih baik dari itu.

2. Di antara faedah puasa Daud adalah menunaikan hak Allah dengan melakukan ketaatan kepada-Nya dan menunaikan hak badan yaitu dengan mengistirahatkannya (dari makan).

3. Ibadah begitu banyak ragamnya, begitu pula dengan kewajiban yang mesti ditunaikan seorang hamba begitu banyak. Jika seseorang berpuasa setiap hari tanpa henti, maka pasti ia akan meninggalkan beberapa kewajiban. Sehingga dengan menunaikan puasa Daud (sehari berpuasa, sehari tidak), seseorang akan lebih memperhatikan kewajiban-kewajibannya dan ia dapat meletakkan sesuatu sesuai dengan porsi yang benar.

4. Abdullah bin ‘Amr sangat semangat melakukan ketaatan. Ia ingin melaksanakan puasa setiap hari tanpa henti, begitu pula ia ingin shalat malam semalam suntuk. Karena ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi solusi padanya dengan yang lebih baik. Untuk puasa beliau sarankan padanya untuk berpuasa tiga hari setiap bulannya. Namun Abdullah bin ‘Amr ngototingin mengerjakan lebih dari itu. Lalu beliau beri solusi agar berpuasa sehari dan tidak berpuasa keesokan harinya. Lalu tidak ada lagi yang lebih afdhol dari itu. Begitu pula dengan shalat malam, Nabi shallallallahu ‘alaihi wa sallam memberi petunjuk seperti shalat Nabi Daud. Nabi Daud ‘alaihis salam biasa tidur di pertengahan malam pertama hingga sepertiga malam terakhir. Lalu beliau bangun dan mengerjakan shalat hingga seperenam malam terkahir. Setelah itu beliau tidur kembali untuk mengistirahatkan badannya supaya semangat melaksanakan shalat Fajr, berdzikir dan beristigfar di waktu sahur.

5. Berlebih-lebihan hingga melampaui batas dari keadilan dan pertengahan dalam beramal ketika beribadah termasuk bentuk ghuluw (berlebih-lebihan) yang tercela. Hal ini dikarenakan menyelisihi petunjuk Nabawi dan juga dapat melalaikan dari berbagai kewajiban lainnya. Hal ini dapat menyebabkan seseorang malas, kurang semangat dan lemas ketika melaksanakan ibadah lainnya. Ingatlah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

6. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Puasa Daud sebaiknya hanya dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak merasa sulit ketika melakukannya. Jangan sampai ia melakukan puasa ini sampai membuatnya meninggalkan amalan yang disyari’atkan lainnya. Begitu pula jangan sampai puasa ini membuatnya terhalangi untuk belajar ilmu agama. Karena ingat di samping puasa ini masih ada ibadah lainnya yang mesti dilakukan. Jika banyak melakukan puasa malah membuat jadi lemas, maka sudah sepantasnya tidak memperbanyak puasa. … Wallahul Muwaffiq.”[2]

7. Tidak mengapa jika puasa Daud bertepatan pada hari Jumat atau hari Sabtu karena ketika yang diniatkan adalah melakukan puasa Daud dan bukan melakukan puasa hari Jumat atau hari Sabtu secara khusus.

Referensi:

Faedah ilmu ketika safar, 13 Rabi’ul Akhir 1431 H (29/03/2010), Via BB.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Di muat di Rumaysho.com


  • 0

Pencarian

Artikel Terbaru

Umroh Sejarah 2016 2017

Umroh 
Sejarah 2016 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Jadwal Umroh 2017 – 2018