Bertemu Almarhum Suami Saat Beribadah Haji

  • 0
Ribuan jemaah haji melempar jumroh aqobah yang merupakan salah satu syarat yang wajib dilakukan pada ibadah haji di Jumarat, Mekkah, Arab Saudi, Selasa (16/11)

Bertemu Almarhum Suami Saat Beribadah Haji

Tags : 

Dengan mata berkaca-kaca, ibu itu bercerita pada saya tentang pertemuan dirinya dengan sang suami yang telah meninggal 3 tahun yang lalu. Pertemuan pertama saat dia berzikir di sebuah masjid, dan pertemuan kedua saat dirinya menjalankan ritual lempar jumroh.

Saat melihat suaminya, ibu itu tidak kuasa menahan tangis. Dia hanya mampu tertegun dan menangis bahagia ketika suaminya berjalan di depannya saat di masjid, dan melihat suaminya berada persis di depannya saat melempar jumroh bersama ribuan jemaah lainnya. Saat itu untuk memanggil suaminya, ibu itu tak kuasa sampai sang suami hilang dari pandangan mata.

Ibu itu melihat wujud suaminya dalam fisik yang nyata. Bukan halusinasi atau bayangan belaka. Dia sangat yakin 100% itulah suaminya. Inilah yang membuat Ibu itu sangat terharu, karena dia tahu suaminya turut hadir menemaninya saat menjalankan ibadah haji kemarin.

Tahukah anda? Ibu ini dan sang suami telah menabung selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan biaya agar bisa berangkat haji. Tapi menjelang tabungan haji mereka cukup untuk berangkat, sang suami lebih dahulu meninggal. Inilah yang membuat sedih ibu tersebut, tapi kesedihan itu akhirnya terobati setelah tahu sang suami turut bersamanya saat menjalankan ibadah haji kemarin.

Saudaraku, dari kisah ini bisa kita tarik sebuah fakta, bahwa saat kita punya sebuah niat sebenarnya Allah sudah mencatatnya. Dan saat kita berhalangan menjalankan niat tersebut, Allah punya cara sendiri untuk mewujudkannya buat kita.

Kisah ini hampir sama dengan kisah nyata yang pernah ditayangkan di sebuah televisi nasional. Seorang ibu bertemu anaknya yang telah meninggal saat dirinya menjalankan ibadah haji. Mengapa bisa terjadi? Ternyata selama hidup, anaknya punya cita-cita ingin menunaikan ibadah haji bersama ibunya. Tapi takdir berkehendak lain, sang anak meninggal lebih dahulu karena sebuah bencana alam.

Semoga kisah ini bermanfaat buat anda. Yuk mulai sekarang kita niatkan kebaikan dalam hidup kita, karena niat yang kuat sudah diperhitungkan sebagai pahala buat kita. Dan saat kita ada halangan untuk mewujudkan niat baik tersebut, Allah punya cara untuk mewujudkannya buat kita.

Semoga bermanfaat, semoga kisah ini membawa keberkahan buat anda….. Amiiin.

sumber motivasi.pemalang.com

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

  • 0

Tempat Belanja di Jeddah

Tags : 

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID,

Jeddah merupakan salah satu kota perbelanjaan terpopuler di Arab Saudi. Pusat perbelanjaan ternama di sana, di antaranya yang paling terkenal adalah Kawasan Balad dan Corniche.

Kawasan ini berlokasi di dekat pantai Laut Merah. Kawasan Balad dan Corniche adalah pusat perbelanjaan barang-barang elektronik merek terkenal. Pusat perbelanjaan di kawasan ini setiap hari ramai dikunjungi pembeli. Puncak keramaian biasanya terjadi pada malam hari. Namun demikian, baik penjual maupun pembeli yang berada di tempat tersebut menghentikan kegiatannya tatkala adzan berkumandang.

Selain itu, jamaah haji dan umrah yang sempat mampir ke Kota Jeddah, alangkah baiknya mampir di Toko Ali Murah. Jamaah haji asal Indonesia biasanya paling suka berbelanja di Toko Ali Murah. Untuk melayani para pembeli, para petugas toko ini menggunakan Bahasa Indonesia. Beragam kebutuhan dijual di Toko Ali Murah, mulai dari perhiasan, karpet, sajadah, hingga barang-barang elektronik.

Selanjutnya, Haraj As-Sawarikh juga layak jadi perhatian untuk membeli barang-barang murah dengan harga grosiran. Haraj as-Sawarikh sendiri adalah pusat belanja glosir. Lokasinya tidak jauh dari Balad. Pusat perbelanjaan ini menawarkan berbagai macam produk souvenir dan fashion, termasuk souvenir dan fashion bekas seperti karpet dan arloji bekas.

Tahlia Street yang letaknya tepat di jantung kota Jeddah juga layak jadi perhatian bagi yang ingin berbelanja di Jeddah. Di kawasan tersebut dijual produk-produk fesyen ternama seperti Gucci, Prada, dan Giorgio.

Kemudian Pertokoan di Jalan Palestina atau yang lebih dikenal dengan Syari’ Falestin. Pertokoan di kawasan ini dikenal dengan Suq Khudor atau pasar sayur-mayur. Jahe, lengkuas, dan sayur-sayuran mudah didapatkan di kawasan ini. Di lokasi yang sama, banyak juga toko yang menjual barang-barang elektronik seperti kamera dan alat-alat musik.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

  • 0

Video Panduan Naik Haji

Tags : 

Semoga dengan manasik Haji yang benar akan menjadi haji yang mabrur. Saibah Biro Haji dan Umrah, mempersembahkan Video Panduan Naik Haji yang dibuat oleh Depag. 

Dengan semakin banyaknya Muslimin dan Muslimah yang ingin berangkat Haji, sampai dengan saat ini (April 2012) keberangkatan Haji Reguler harus menunggu sd 2022 karena banyaknya kuota Haji telah Habis. Saibah menawarkan Haji Plus dimana calon Jemaah Haji bisa berangkat 2015 (sd April2012) setiap hari kuota selalu berkurang sehingga kecepatan dalam pendaftaran sangat signifikan. Silahkan Hubungi Biro Umroh dan Haji Saibah, Perjalanan Umroh dan Haji Indonesia. Kontak dan Konsultasi di no.telp : 024-70123830 atau Hubungi langsung Ustadz Bambang Riyanto 081225250002 atau PIN BB 26BDDD7D.

Semoga Bermanfaat

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

  • 0
Umrah sambil itiqaf di masjidil haram

Hukum I’tiqaf

Tags : 

I’tikaf telah disepakati umat Islam sebagai ibadah dan cara yang paling utama untuk ber-taqqarub kepada Allah SWT.

Dalil disyariatkannya i’tikaf  adalah firman Allah SWT: ‘’… Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, i’tikaf, dan yang sujud.’’ (QS Al-Baqarah [2]: 125)

Dalam surah Al-Baqarah [2] ayat 187, Allah SWT Berfirman, ‘’… Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, tetapi janganlah kamu campuri mereka itu (istri), sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid.’’

Para ulama membagi hukum i’tikaf menjadi dua jenis, yakni wajib dan sunah. Namun, Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam Fadhilah Ramadhan, membagi hukum i’tikaf menjadi tiga jenis, yakni i’tikaf wajib, i’tikaf sunah, dan ’tikaf nafil.

a. I’tikaf Wajib. Menurut Sayyid Sabiq dalam Fikih Sunnah, i’tikaf wajib adalah i’tikaf yang diwajibkan oleh seseorang pada dirinya sendiri. Nazar merupakan ikrar yang harus ditunaikan. Misalnya, seseorang mengatakan, ‘’Bila Allah SWT menyembuhkan sakitku, maka aku akan beri’tikaf sehari.’’ Atau ada yang bernazar, ‘’Aku bernazar akan beritikaf sebulan.’’ Dalam keadaaan tersebut, maka hukum i’tikaf menjadi wajib.

Jadi, menurut Al-Kubaisi, i’tikaf hukumnya menjadi wajib bila disertai dengan nazar.  I’tikaf wajib didasari oleh sebuah hadis Nabi SAW.  Ibnu Umar RA mengatakan bahwa Umar bertanya kepada Nabi SAW. (dalam satu riwayat: dari Ibnu Umar dari Umar bin Khattab berkata, “Wahai Rasulullah! Pada zaman jahiliah dulu, saya bernazar untuk beri’tikaf semalam di Masjidil Haram.” Beliau bersabda, “Penuhilah nazarmu.” Lalu Umar beri’tikaf semalam. (HR Bukhari).

Pada dasarnya, menepati janji atau nazar hukumnya memang wajib berdasarkan firman Allah SWT: ‘’Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka, hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan hendaklah mereka melakukan thawaf di sekeliling  rumah tua itu (Baitullah).’’ (QS Al Hajj: 29).

Aisyah RA berkata bahwa Nabi SAW bersabda, ‘’Barang siapa yang bernazar untuk melakukan ketaatan kepada Allah, maka hendaklah ia penuhi nazarnya; dan barang siapa bernazar untuk melakukan kemaksiatan terhadap Allah, maka hendaklah jangan ia lakukan perbuatan maksiat itu.’’ (HR Bukhari, An-Nasa’i).

b. I’tikaf Sunah. Seperti dicontohkan Rasulullah SAW, i’tikaf sunah dilaksanakan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Menurut Al-Kubaisi, sejak hijrah dari Makkah ke Madinah, Nabi SAW secara rutin beri’tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, hingga akhir hayatnya. Hal itu sesuai dengan hadis Nabi SAW:

Hadis riwayat Ibnu Umar  RA: ‘’Bahwa Nabi SAW selalu i’tikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadan. (Shahih Muslim No.2002).

Hadis riwayat Aisyah RA, ia berkata: ‘’Adalah Rasulullah SAW jika telah masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, beliau menghidupkan malam (untuk beribadah), membangunkan istri-istrinya, bersungguh-sungguh (dalam ibadah) dan menjauhi istri. (Shahih Muslim No.2008)

Hadis riwayat Aisyah  RA, ia berkata:  ‘’Adalah Rasulullah SAW, beliau bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, tidak seperti pada hari lainnya’’. (Shahih Muslim No.2009)

Adapun dalil yang membuktikan bahwa Rasulullah SAW selalu I’tikaf pada bulan Ramadhan adalah hadis berikut: Aisyah RA berkata, “Nabi beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari (dalam satu riwayat: setiap 2/259) bulan Ramadhan. Maka, saya buatkan untuk beliau sebuah tenda. Setelah shalat subuh, beliau masuk ke dalam tenda itu.

(Apakah Aisyah meminta izin kepada beliau untuk beri’tikaf? Lalu Nabi memberinya izin, lantas dia membuat kubah di dalamnya. Maka, Hafshah mendengarnya). Kemudian Hafshah meminta izin kepada Aisyah untuk membuat sebuah tenda pula, maka Aisyah mengizinkannya. Kemudian Hafshah membuat tenda (dalam satu riwayat: kubah).

Ketika Zainab binti Jahsy melihat tenda itu, maka ia membuat tenda untuk dirinya. Ketika hari telah subuh, Nabi melihat tenda-tenda itu (dalam satu riwayat: melihat empat buah kubah). Lalu, Nabi bertanya, ‘Tenda-tenda apa ini?’ Maka, diberitahukan orang kepada beliau (mengenai informasi tentang mereka). Lalu, Nabi bersabda,
‘Apakah yang mendorong mereka berbuat begini? Bagaimanakah sebaiknya menurut pikiran kamu mengenai mereka? (Aku tidak melakukan i’tikaf sekarang 2/260).’ Lalu, beliau menghentikan i’tikafnya dalam bulan itu. Kemudian beliau beri’tikaf pada sepuluh hari (terakhir) bulan Syawal.” (HR Bukhari).

c. I’tikaf Nafil.  Menurut Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi, i’tikaf nafil adalah i’tikaf tanpa batasan waktu dan hari. Menurut dia, kapan saja seorang berniat i’tikaf, ia dapat melakukannya.

sumber : Republika.co.id

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

  • 0
jamaah-haji2-300x189

Proyek Pembangunan Tanah Suci 2012

Tags : 

Tujuh mega proyek Pemerintah Arab Saudi untuk menyambut jamaah haji di tahun 2012 nanti siap digelar.

Mega proyek senilai 6.1 miliar riyal saudi (Rp 2,4 triliun dijadwalkan harus selesai sebelum musim haji yang jatuh pada bulan Oktober 2012 nanti.

Kepala Bidang Proyek Pembangunan Tempat Suci Pemerintah Arab Saudi, Habib Zain Al-Abdeen, mengatakan selama tiga tahun ke depan, 36 ribu WC baru akan dibangun.

“Dua tahun setelah ini, 62 ribu toilet baru akan dibangun di Mina. Begitu juga dengan lokasi di Arafah dan Muzdalifah. Hal itu untuk menutupi fasilitas haji yang saat ini dirasa masih kurang,” jelasnya, Rabu (24/4).

Al-Abdeen juga membocorkan sedikit perkembangan terbaru proyeknya. Ia mengatakan bahwa lantai tiga fasilitas Jamarat nanti akan terhubung langsung ke Al-Muaisim, yaitu daerah di dekat Mina.

Sementara di lantai dua akan terhubung langsung ke Distrik Aziziyah di Makkah. “Tempat penyembelihan sapi dan unta di Mina juga akan bergeser ke Al-Muaisim yang akan langsung terhubung ke jalan Al-Sharaie di Makkah,” kata Abdeen.

Selain itu, ada juga proyek untuk memfasilitasi kedatangan jamaah haji dari stasiun kereta di tempat suci.

Sumber: Arab News

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Pencarian

Jadwal Umroh 2014-2015

Umroh 
Semarang 2014-2015